Kamera tidak selalu dipegang oleh fotografer profesional yang datang membawa agenda berita luar. Di Teluk Bayur, sepuluh kamera analog buatan dekade sembilan puluhan dibagikan kepada para nelayan dan perempuan pengolah ikan untuk merekam keseharian mereka secara langsung. Hasilnya adalah kumpulan potret jujur yang tidak mengejar keindahan estetis semata, melainkan merekam memori kolektif yang jujur dari akar rumput.
Arsip Sederhana dari Tangan Nelayan
Setiap rol film yang diproses mengungkapkan detail yang sering terlewatkan dalam laporan media arus utama. Ada rekaman retakan pada dermaga kayu, tumpukan jaring yang makin jarang diisi tangkapan besar, hingga tawa anak-anak di atas perahu kayu yang lapuk. Dokumentasi ini menjadi bukti visual atas perubahan ekosistem yang dialami langsung oleh warga setempat.
Metode PhotoVoice dan Kesadaran Kolektif
Melalui pendampingan berkala, warga diajak mendiskusikan setiap bingkai gambar yang mereka ambil sebelum dipamerkan di balai desa. Foto tidak lagi sekadar gambar mati, melainkan pemantik dialog kritis tentang hak atas ruang hidup dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang. Pendekatan partisipatif ini menegaskan bahwa setiap warga memiliki otoritas penuh atas narasi mereka sendiri.
